Meskipun akuisisi besar Microsoft terhadap Activision Blizzard telah disetujui pada Oktober 2023, Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat sempat mengajukan banding atas keputusan tersebut. Kini, pengadilan banding AS telah menguatkan keputusan itu, menandai berakhirnya upaya FTC untuk menghentikan proses akuisisi tersebut.
Dilansir dari Bloomberg, Pengadilan Banding AS Wilayah ke-9 pada hari Rabu menyatakan bahwa Hakim Jacqueline Scott Corley telah mengambil keputusan yang tepat dengan menolak permintaan FTC untuk menggagalkan kesepakatan senilai $75,4 miliar tersebut.
Salah satu kekhawatiran utama FTC berfokus pada layanan cloud gaming. Sebagai bentuk kompromi, Microsoft menyepakati kerja sama agar game Xbox bisa hadir di platform streaming non-Xbox. Meski begitu, FTC tetap mengajukan banding—yang kini resmi ditolak oleh pengadilan.
Pengadilan Banding Tegaskan Keputusan, FTC Gagal Buktikan Ancaman Persaingan
Dilansir dari GameSpot, panel hakim menyatakan bahwa pengadilan distrik telah menerapkan standar hukum yang tepat dan tidak melakukan kesalahan dalam pertimbangannya. Dalam putusannya, pengadilan banding menegaskan bahwa FTC gagal menunjukkan bukti yang cukup untuk mendukung klaim bahwa akuisisi ini kemungkinan besar akan merugikan persaingan di pasar yang relevan.
"Panel menyatakan bahwa pengadilan distrik tidak menyalahgunakan wewenangnya atau bergantung pada temuan yang keliru, dan bahwa FTC tidak berhasil mengajukan pertanyaan serius terkait potensi dampak merger terhadap persaingan," tulis pengadilan banding.
Selain itu, pengadilan juga menolak klaim FTC bahwa Microsoft akan menjadikan Call of Duty eksklusif untuk Xbox atau merilis versi yang lebih rendah kualitasnya di PlayStation. Panel banding menyimpulkan bahwa kehadiran game-game Activision di Game Pass—layanan langganan eksklusif Xbox—tidak akan secara signifikan mengurangi persaingan pasar.
Sebagai bagian dari kesepakatan akuisisi, Microsoft telah berkomitmen untuk tetap merilis game Call of Duty di platform saingan seperti PlayStation selama setidaknya 10 tahun. Sejauh ini, peluncuran game Call of Duty di PS5 terbukti sangat sukses.
Pergantian Kepemimpinan FTC dan Skala Besar Akuisisi Microsoft
Perkara hukum FTC terhadap Microsoft dipimpin langsung oleh Ketua FTC saat itu, Lina Khan. Namun, setelah Presiden Trump mulai menjabat kembali pada Januari 2025, posisi Ketua FTC digantikan oleh Andrew N. Ferguson. Pergantian kepemimpinan ini menjadi salah satu penanda perubahan arah dalam pendekatan regulator terhadap kasus-kasus besar.
Mengingat akuisisi Microsoft terhadap Activision Blizzard telah disetujui sebelumnya, tidak jelas bagaimana kedua perusahaan tersebut akan dipisahkan apabila banding FTC berhasil dikabulkan.
Kesepakatan senilai $75,4 miliar ini merupakan akuisisi terbesar sepanjang sejarah Microsoft berdasarkan nilai pembelian, sekaligus menjadi transaksi terbesar yang pernah terjadi di industri game global.
.jpeg)


