Ad
Iklan - SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ambisi Akuisisi Terhambat, Paramount Seret Kasus Warner Bros ke Pengadilan

Ambisi Akuisisi Terhambat, Paramount Seret Kasus Warner Bros ke Pengadilan

Meski sudah beberapa kali ditolak, Paramount tampaknya belum mau mengubur ambisinya untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery (WBD). Kini, perusahaan tersebut memilih langkah yang lebih agresif dengan membawa persoalan ini ke ranah hukum.

Tak hanya itu, Paramount juga mengumumkan rencana untuk mengajukan jajaran direksi versinya sendiri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan WBD tahun 2026. Langkah ini berpotensi memicu apa yang dikenal sebagai proxy fight, yakni perebutan kendali perusahaan melalui dukungan para pemegang saham.

CEO Paramount, David Ellison, dalam sebuah memo yang ditujukan kepada para pemegang saham WBD, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah resmi mengajukan gugatan ke pengadilan pada 12 Januari. Salah satu tuntutan utama dalam gugatan tersebut adalah meminta pengadilan memerintahkan WBD agar membuka secara detail isi penawaran yang diajukan oleh Netflix.

Menurut Paramount, transparansi ini sangat penting agar para pemegang saham WBD bisa menilai situasi dengan lebih objektif sebelum memutuskan apakah akan melepas saham mereka atau mempertimbangkan tawaran dari Paramount.

Paramount Soroti Kurangnya Transparansi dari Manajemen WBD

Paramount Soroti Kurangnya Transparansi dari Manajemen WBD

Dalam pernyataannya, David Ellison mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah lebih dulu meminta dokumen keterbukaan finansial yang lazim disertakan dalam transaksi bisnis sebesar ini.

Namun menurutnya, Warner Bros. Discovery justru tidak menyertakan sejumlah informasi penting terkait kesepakatan dengan Netflix dan tidak membagikannya kepada para pemegang saham.

Ellison menegaskan bahwa para pemegang saham WBD berhak mendapatkan gambaran lengkap sebelum mengambil keputusan besar terkait masa depan investasi mereka. 

Ia juga menyebut bahwa berdasarkan hukum di negara bagian Delaware, keterbukaan informasi semacam ini merupakan kewajiban yang seharusnya dipenuhi oleh perusahaan.

Meski memilih jalur hukum, Ellison menekankan bahwa langkah ini bukan diambil secara gegabah. Ia menegaskan tujuan utama Paramount tetap sama, yaitu membuka ruang diskusi yang sehat dengan jajaran direksi WBD demi mencapai kesepakatan yang benar-benar menguntungkan para pemegang saham.

WBD Balas Tuduhan, Sebut Gugatan Paramount Tidak Berdasar

WBD Balas Tuduhan, Sebut Gugatan Paramount Tidak Berdasar

Menanggapi gugatan tersebut, pihak Warner Bros. Discovery menyampaikan pernyataan resmi kepada media Deadline. Dalam pernyataannya, WBD menilai langkah Paramount hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatian publik melalui gugatan yang mereka anggap tidak memiliki dasar kuat, sekaligus menyerang jajaran direksi yang menurut mereka justru telah berhasil menciptakan nilai besar bagi para pemegang saham.

WBD juga menegaskan bahwa meskipun Paramount Skydance sudah diberi beberapa kesempatan, proposal yang diajukan tetap dinilai tidak lebih baik dibandingkan kesepakatan merger yang sudah disetujui bersama Netflix. Karena itu, dewan direksi WBD secara bulat memilih untuk tetap berpegang pada rencana yang sudah ada.

Sementara itu, dalam memo terpisah yang ditujukan kepada karyawan WBD, David Ellison mengungkapkan kebingungannya terhadap sikap manajemen WBD. 

Ia menyebut bahwa hingga kini pihak WBD tidak pernah memberikan tanggapan resmi atas penawaran yang diajukan Paramount pada 4 Desember, bahkan tidak mencoba membuka ruang diskusi atau negosiasi terkait isi proposal tersebut.

Ellison juga mempertanyakan logika di balik keputusan WBD yang tetap memilih kesepakatan lain, meskipun menurutnya Paramount sudah mengajukan penawaran tunai sebesar 30 dolar AS per saham. Ia menilai pilihan tersebut sulit dipahami, terutama jika tujuan utamanya benar-benar untuk memaksimalkan keuntungan para pemegang saham.

Dalam pernyataannya yang ditujukan langsung kepada para pemegang saham WBD, David Ellison menegaskan bahwa menurutnya jalan terbaik bagi kedua pihak adalah membuka kembali meja perundingan. Ia menilai, meskipun WBD sudah lebih dulu menandatangani kesepakatan dengan Netflix, negosiasi tetap bisa menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak.

Ellison menyebut bahwa jika dewan direksi WBD bersedia berdiskusi, Paramount siap bersikap terbuka dan kooperatif demi mencari arah terbaik bagi masa depan perusahaan dan para pemegang sahamnya. 

Ia juga menegaskan bahwa selama ini pihaknya selalu berusaha mendengarkan setiap masukan dan meresponsnya dengan tawaran yang masuk akal. Menurutnya, komitmen tersebut tidak berubah, baik dari Paramount maupun dari keluarganya secara pribadi.

Sementara itu, pada 7 Januari, WBD secara resmi menolak penawaran terbaru yang diajukan Paramount dengan alasan tidak sejalan dengan kepentingan perusahaan dan para pemegang saham. 

Pada hari yang sama, jajaran direksi WBD kembali menegaskan rekomendasi mereka agar para pemegang saham menyetujui tawaran dari Netflix dan menolak proposal dari Paramount.

Sebagai catatan, tawaran Paramount tersebut sebenarnya didukung oleh jaminan pendanaan bernilai lebih dari 40 miliar dolar AS dari ayah David Ellison, Larry Ellison, pendiri Oracle yang juga dikenal sebagai salah satu miliarder dunia. Selain itu, paket penawaran tersebut juga disertai berbagai insentif tambahan untuk menarik minat para pemegang saham.

Sebagaimana sudah diumumkan sebelumnya, Paramount mengajukan tawaran senilai 30 dolar AS per saham untuk mengakuisisi seluruh Warner Bros. Discovery. Sementara itu, Netflix hanya mengajukan sekitar 27,75 dolar AS per saham dan itupun hanya untuk sebagian unit bisnis, termasuk divisi film, televisi, dan game. 

Jika dihitung secara total, proposal Paramount sebenarnya bernilai miliaran dolar lebih tinggi, meskipun keputusan akhir tetap dipengaruhi banyak faktor lain dalam struktur kesepakatan tersebut.

Laporan Bloomberg juga menyebut bahwa CEO Netflix, Ted Sarandos, dan David Ellison sama-sama pernah bertemu langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Sebelumnya, menantu Trump, Jared Kushner, sempat dikaitkan dengan upaya akuisisi agresif Paramount melalui perusahaannya, Affinity Partners, namun belakangan diketahui sudah tidak lagi terlibat dalam rencana tersebut.

Dari sisi industri game, siapa pun yang akhirnya berhasil mengambil alih WBD berpotensi ikut menguasai divisi gaming raksasa milik perusahaan tersebut, yang menaungi banyak studio dan waralaba besar. 

Namun, tetap ada kemungkinan bahwa seluruh rencana ini berujung tanpa kesepakatan sama sekali, mengingat kompleksnya situasi dan banyaknya kepentingan yang terlibat.

Di sisi lain, kekhawatiran juga datang dari kalangan politik. Senator Elizabeth Warren baru-baru ini menyampaikan dalam sebuah wawancara podcast bahwa konsolidasi media dalam skala sebesar ini justru bisa merugikan konsumen. 

Ia bahkan menyebut lebih memilih jika tidak ada kesepakatan apa pun yang terjadi, ketimbang melihat industri hiburan semakin terkonsentrasi di tangan segelintir perusahaan besar.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Ambisi Akuisisi Terhambat, Paramount Seret Kasus Warner Bros ke Pengadilan
  • Ambisi Akuisisi Terhambat, Paramount Seret Kasus Warner Bros ke Pengadilan
  • Ambisi Akuisisi Terhambat, Paramount Seret Kasus Warner Bros ke Pengadilan
  • Ambisi Akuisisi Terhambat, Paramount Seret Kasus Warner Bros ke Pengadilan
  • Ambisi Akuisisi Terhambat, Paramount Seret Kasus Warner Bros ke Pengadilan
  • Ambisi Akuisisi Terhambat, Paramount Seret Kasus Warner Bros ke Pengadilan
Posting Komentar