Epic Games tampaknya sedang mengambil langkah besar dengan membuka kebebasan penuh bagi para kreator di Fortnite Creative untuk menghadirkan sistem transaksi di dalam game. Langkah ini berpotensi mengubah cara pemain menikmati konten buatan komunitas — sekaligus membuka peluang baru bagi para pembuat map.
Sebenarnya, fitur transaksi ini sudah lebih dulu tersedia di Unreal Editor for Fortnite (UEFN) sejak November lalu, namun masih bersifat terbatas. Saat itu, kreator hanya bisa menggunakannya untuk keperluan uji coba di map yang belum dipublikasikan, seperti menjual item digital menggunakan V-Bucks.
Kini situasinya berubah. Epic Games resmi mengaktifkan fitur tersebut sepenuhnya, yang berarti para kreator sudah bisa mempublikasikan island buatan mereka lengkap dengan sistem pembelian di dalam game.
Kontroversi Mulai Muncul di Kalangan Komunitas
Kehadiran sistem monetisasi di Fortnite Creative ternyata tidak disambut sepenuhnya dengan antusias. Banyak pemain mulai menyuarakan kekhawatiran, bahkan membandingkan arah baru ini dengan model bisnis yang selama ini identik dengan Roblox.
Sejak Epic Games pertama kali mengumumkan rencana ini, komunitas Fortnite sudah ramai memperdebatkannya. Beberapa pemain takut fitur ini akan membuka pintu bagi praktik pay-to-win dan sistem mikrotransaksi yang terlalu agresif, yang pada akhirnya bisa merusak keseimbangan dan pengalaman bermain di map buatan kreator.
Skema Bagi Hasil dan Aturan Pembelian di Map Kreator
Dari sisi kreator, Epic Games menjanjikan insentif yang cukup menarik. Untuk sementara waktu, para pembuat map Fortnite akan menerima 100% nilai V-Bucks dari setiap transaksi yang terjadi di dalam island mereka. Skema ini berlaku hingga 31 Januari 2027.
Namun setelah tanggal tersebut, sistem bagi hasil akan berubah. Kreator hanya akan menerima 50% dari nilai pembelian, sementara sisanya menjadi bagian Epic Games. Menurut Epic, kebijakan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memposisikan Fortnite lebih sebagai sebuah platform kreator — mirip seperti Unreal Engine dan Epic Games Store — di mana mereka berperan sebagai penyedia tools, bukan sekadar pengembang game.
Meski begitu, kreator Fortnite tetap akan mendapatkan penghasilan tambahan dari sistem payout berbasis engagement, yang dihitung dari seberapa banyak pemain yang mengunjungi dan bermain di island buatan mereka.
Di sisi pemain, Epic Games juga menetapkan sejumlah aturan penting. Dalam halaman FAQ resminya, Epic menegaskan bahwa pembelian di dalam island tidak bisa dibatalkan dan tidak bisa menggunakan Return Ticket. Pemain diimbau untuk benar-benar memeriksa penawaran sebelum membeli.
Selain itu, Epic juga mengingatkan bahwa item yang dibeli hanya bisa digunakan di island tempat item tersebut dibeli, dan tidak akan berlaku secara global di seluruh mode Fortnite.
Menariknya, kekhawatiran soal arah monetisasi Fortnite ini sebenarnya sudah pernah disinggung langsung oleh petinggi Epic Games. Pada Juni 2025, CEO Epic Games, Tim Sweeney, sempat menyatakan bahwa ia tidak ingin Fortnite mengikuti model monetisasi yang berujung pada sistem pay-to-win atau mengunci item tertentu di balik mode dan pengalaman spesifik.
Dalam wawancaranya dengan The Game Business saat itu, Sweeney menegaskan bahwa jika industri game bergerak ke arah tersebut, yang dirugikan justru para pemain.
Ia bahkan memperingatkan bahwa jika praktik semacam ini menjadi standar, maka pemain akan semakin sering dihadapkan pada penawaran yang merugikan dan tidak adil.



