Memasuki awal tahun, GameStop mulai menutup ratusan gerainya, sementara sang CEO, Ryan Cohen, dikabarkan berpeluang mengantongi kompensasi saham berbasis kinerja senilai puluhan miliar dolar.
Kabar mengenai rencana penutupan sejumlah gerai GameStop mulai beredar tak lama setelah 2026 dimulai. Beberapa pelanggan bahkan menemukan dan membagikan pengumuman di toko yang menginformasikan bahwa lokasi tersebut akan segera tutup, disertai penawaran bonus tukar tambah sebesar 20 persen dalam waktu terbatas.
Salah satu pengumuman yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa sebuah gerai akan resmi berhenti beroperasi per 8 Januari 2026, lengkap dengan ucapan terima kasih kepada pelanggan setia GameStop. Meski singkat, pengumuman seperti ini mulai bermunculan di berbagai lokasi.
Beberapa toko juga mengarahkan pelanggan yang masih memiliki pesanan game atau merchandise untuk mengambil barang mereka di cabang lain.
Namun, karena penutupan ini terjadi cukup mendadak dan dilaporkan di banyak tempat sekaligus, tak sedikit pelanggan yang mengaku kebingungan dengan situasinya.
Berdasarkan pemantauan sebuah blog independen yang melacak aktivitas GameStop dari laporan karyawan dan data lokasi toko, jumlah gerai yang sudah ditutup disebut telah mencapai sekitar 390 lokasi.
Selain itu, masih ada sekitar 10 toko lain yang proses penutupannya belum sepenuhnya terkonfirmasi. Jika angka ini benar, maka total gerai GameStop yang berhenti beroperasi sudah mendekati 400 hanya dalam waktu sedikit lebih dari satu minggu sejak awal tahun.
Penutupan massal ini semakin menegaskan merosotnya kehadiran fisik GameStop di pasar game. Dalam laporan perusahaan yang dirilis pada Desember 2025, disebutkan bahwa sepanjang tahun fiskal 2024 mereka sudah menghentikan operasional di sekitar 590 gerai di Amerika Serikat.
Tak hanya itu, dokumen yang sama juga mengisyaratkan bahwa perusahaan memang telah menyiapkan rencana untuk kembali memangkas jumlah toko secara besar-besaran pada tahun fiskal 2025. Merek yang dulu dikenal dengan slogan “power to the players” ini kini tampaknya semakin serius mengurangi jaringan toko fisiknya.
Bahkan, dalam kurun sepuluh tahun terakhir, GameStop tercatat hampir selalu menutup lebih banyak toko daripada membuka yang baru di AS, dengan jumlah penutupan yang kerap mencapai ratusan lokasi setiap tahunnya.
Di sisi lain, GameStop baru-baru ini mengumumkan bahwa Ryan Cohen, yang resmi menjabat sebagai CEO sejak September 2023, berpeluang mendapatkan paket insentif saham berbasis kinerja dengan nilai yang nyaris tak masuk akal: sekitar 35 miliar dolar AS.
Namun, untuk bisa benar-benar mengamankan kompensasi tersebut, dewan direksi menetapkan target yang sangat ambisius. GameStop harus mampu menembus valuasi pasar sebesar 100 miliar dolar AS, sekaligus mencatatkan kinerja kumulatif sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) hingga 10 miliar dolar AS.
Sebagai perbandingan, nilai kapitalisasi pasar GameStop saat ini masih berada di kisaran 9,5 miliar dolar AS—jauh dari target yang dipatok. Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa skema penghargaan ini memang dirancang untuk mendorong Cohen mengejar pertumbuhan yang dianggap luar biasa.
Dalam beberapa tahun terakhir, GameStop terlihat semakin sering mencoba berbagai langkah yang tidak biasa demi menarik kembali perhatian publik, sembari terus menekankan bisnis koleksi dan budaya internet. Pada Agustus 2023, perusahaan ini memutuskan angkat kaki dari dunia kripto, lalu tak lama berselang menutup marketplace NFT yang umurnya bahkan belum genap setahun.
Belum lama ini, kebijakan lain yang cukup mengundang geleng-geleng kepala juga sempat dijalankan, yakni menggelar acara “Trade Anything Day”, di mana pelanggan diperbolehkan menukar hampir apa saja demi mendapatkan kredit belanja—sebuah langkah yang kabarnya justru membuat banyak karyawan frustrasi.
Di saat yang sama, sinyal penyusutan bisnis global juga makin terlihat. Media Selandia Baru, The New Zealand Herald, melaporkan bahwa jaringan EB Games milik GameStop di negara tersebut telah mengajukan rencana untuk menutup seluruh sisa gerainya.


