Iklan - SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serikat Industri Game Global Menentang Rencana Akuisisi EA oleh Arab Saudi

Serikat Industri Game Global Menentang Rencana Akuisisi EA oleh Arab Saudi

Pada penghujung tahun lalu, sebuah konsorsium investor yang terdiri dari Public Investment Fund milik Arab Saudi, Affinity Partners yang dipimpin Jared Kushner, serta perusahaan investasi Silver Lake dikabarkan menyiapkan kesepakatan senilai sekitar US$55 miliar untuk mengakuisisi Electronic Arts (EA) dan menjadikannya perusahaan tertutup.

Namun rencana besar tersebut kini mendapat tentangan serius. Serikat pekerja industri game United Video Games (UVG) yang berada di bawah naungan Communication Workers of America secara resmi mendatangi Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat untuk menyampaikan penolakan mereka terhadap proses akuisisi tersebut.

Dalam surat yang dilaporkan oleh Eurogamer, pihak UVG menyoroti kebijakan EA yang berencana melakukan pemangkasan karyawan. Mereka menilai langkah tersebut bukanlah sebuah keharusan bisnis, melainkan keputusan yang sengaja diambil demi memperbesar keuntungan para investor, bukan untuk memperkuat fondasi perusahaan.

Serikat tersebut juga menegaskan bahwa EA bukanlah perusahaan yang sedang berada dalam kondisi sulit. Sebagai salah satu publisher game terbesar di dunia, Electronic Arts dinilai masih berada dalam posisi finansial yang kuat, sehingga alasan efisiensi melalui PHK dianggap tidak sepenuhnya masuk akal.

Dalam pernyataannya, UVG mendesak pihak FTC untuk meneliti rencana akuisisi ini secara menyeluruh dan memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil tetap melindungi lapangan pekerjaan serta menjaga kebebasan kreatif para pengembang.

Namun, di tengah situasi politik saat ini, upaya tersebut dinilai tidak akan mudah membuahkan hasil. Mengingat Jared Kushner merupakan menantu Presiden Donald Trump, banyak pihak menilai peluang pemerintah untuk benar-benar menghalangi kesepakatan ini tergolong kecil. 

Meski demikian, dua senator Amerika Serikat, Richard Blumenthal dan Elizabeth Warren, sempat menyuarakan kekhawatiran mereka terkait potensi masuknya pengaruh asing ke dalam tubuh EA jika akuisisi ini benar-benar terjadi.

Sayangnya, suara para senator tersebut tidak memiliki kekuatan langsung untuk menentukan nasib kesepakatan ini. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan FTC, yang sebagian besar jajaran pimpinannya diketahui merupakan penunjukan di era pemerintahan Trump.

Di sisi lain, isu rekam jejak Arab Saudi terkait hak asasi manusia juga ikut memicu kegelisahan di kalangan internal EA. Tim kreatif di balik franchise The Sims bahkan sempat merilis pernyataan yang menegaskan bahwa nilai-nilai inklusivitas yang mereka pegang tidak akan berubah, apa pun hasil dari proses akuisisi ini.

Meski begitu, jika kesepakatan benar-benar disetujui, kendali penuh perusahaan berpotensi jatuh ke tangan pihak Saudi. EA sendiri telah berjanji akan tetap memegang kendali kreatif atas seluruh proyek mereka setelah proses penjualan selesai. Namun, tanpa adanya jaminan yang tertulis secara tegas di dalam kontrak akuisisi, komitmen tersebut bisa saja tidak sepenuhnya terwujud saat kesepakatan resmi diberlakukan.

Also Read
Tag:
Latest News
  • Serikat Industri Game Global Menentang Rencana Akuisisi EA oleh Arab Saudi
  • Serikat Industri Game Global Menentang Rencana Akuisisi EA oleh Arab Saudi
  • Serikat Industri Game Global Menentang Rencana Akuisisi EA oleh Arab Saudi
  • Serikat Industri Game Global Menentang Rencana Akuisisi EA oleh Arab Saudi
  • Serikat Industri Game Global Menentang Rencana Akuisisi EA oleh Arab Saudi
  • Serikat Industri Game Global Menentang Rencana Akuisisi EA oleh Arab Saudi
Post a Comment
Tutup Iklan