POCO M7 Review: Smartphone Murah dengan Performa Maksimal

POCO M7 Review: Smartphone Murah dengan Performa Maksimal

Ingin bermain Mobile Legends seharian atau menonton drama Korea favorit tanpa jeda? POCO M7 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Resmi diluncurkan di Indonesia, smartphone ini membawa slogan “Extreme Performance, Extreme Price” yang mencerminkan ambisinya: memberikan performa tinggi dengan harga yang tetap terjangkau.

Berbeda dari strategi sebelumnya yang menonjolkan kekuatan prosesor, kali ini POCO memilih pendekatan baru. Fokus utama mereka adalah menghadirkan daya tahan baterai luar biasa—fitur yang kini menjadi prioritas bagi banyak pengguna aktif di era digital.

Dengan kapasitas baterai masif 7000 mAh dan harga yang bersahabat di kisaran Rp 2,2 jutaan, POCO M7 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan smartphone bertenaga tanpa harus menguras dompet.

Desain Kemasan: Khas POCO dengan Sentuhan Baru

Kemasan POCO M7 tetap mempertahankan identitas khas brand ini—didominasi warna kuning cerah yang langsung mencuri perhatian. Di bagian depan dan sisi kiri kotak, tertera jelas nama perangkat, sementara sisi kanan menampilkan logo sistem operasi terbaru, HyperOS. 

Tak ketinggalan, bagian belakang kemasan memuat informasi spesifikasi utama yang memberi gambaran singkat tentang performa dan fitur unggulan dari smartphone ini.

Dalam paket penjualannya, POCO M7 menyertakan perlengkapan lengkap yang siap digunakan langsung tanpa perlu membeli aksesori tambahan. Berikut isi kotaknya:

  • 1 unit smartphone POCO M7  
  • 1 alat pembuka slot SIM (SIM ejector)  
  • 1 adaptor daya 33W  
  • 1 kabel USB tipe A ke tipe C  
  • 1 buku garansi  
  • 1 stiker POCO  
  • 1 softcase transparan  

Kelengkapan ini menunjukkan bahwa POCO tetap mempertahankan komitmennya untuk memberikan nilai lebih, bahkan di segmen entry level.

Desain Futuristik dengan Pilihan Warna yang Berani

POCO M7 tampil mencolok dengan desain yang memikat, terutama pada varian warna Silver yang memancarkan nuansa futuristik ala karakter robot ikonik seperti Optimus Prime. Unit yang kami uji hadir dalam warna Blue, meskipun secara visual lebih menyerupai toska atau hijau kebiruan yang segar di mata.

Tersedia dalam tiga pilihan warna—Black, Blue, dan Silver—POCO M7 menawarkan variasi yang jarang ditemukan di kelas harga Rp 2 jutaan. Biasanya, smartphone di segmen ini hanya hadir dalam warna standar seperti hitam atau abu-abu. Kehadiran warna biru dengan aksen garis-garis di bagian belakang memberikan kesan modern dan berbeda, menjadikan POCO M7 tampil menonjol di antara kompetitornya.

Bagi pengguna yang terbiasa mengoperasikan smartphone dengan gesture, casing bawaan POCO M7 mungkin terasa kurang nyaman. Desain casing yang menutupi sebagian sisi depan layar memang memberikan kesan bezel yang lebih tipis, namun di sisi lain bisa mengganggu saat melakukan swipe dari tepi layar—terutama saat ingin kembali ke menu sebelumnya.

Meski begitu, penggunaan casing tetap disarankan untuk melindungi perangkat dari risiko benturan atau jatuh. Perlindungan ekstra ini sangat penting, terutama bagi pengguna yang aktif dan sering membawa smartphone ke berbagai aktivitas harian.

Dengan ukuran bodi 169,48 x 80,45 x 8,40 mm dan bobot 218 gram, POCO M7 terasa cukup bongsor saat digenggam. Namun, dimensi ini bisa dimaklumi mengingat kapasitas baterainya yang luar biasa besar—7000 mAh—yang dirancang untuk menemani aktivitas seharian penuh tanpa perlu sering mengisi daya.

Tak hanya soal daya tahan, POCO M7 juga dibekali sertifikasi IP64. Artinya, perangkat ini memiliki ketahanan terhadap debu dan cipratan air, memberikan rasa aman lebih saat digunakan di berbagai kondisi, baik di dalam maupun luar ruangan.

Performa Andal dengan Snapdragon 685 dan HyperOS Terbaru

Menjadi otak dari POCO M7, chipset Qualcomm Snapdragon 685 hadir dengan fabrikasi 6nm yang efisien. Meski bukan rilisan terbaru di tahun 2025, prosesor ini tetap mampu menjalankan berbagai aplikasi harian dan game populer seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile dengan pengaturan grafis menengah hingga tinggi secara mulus.

Dalam pengujian performa, POCO M7 digunakan di ruangan bersuhu 25°C dengan koneksi Wi-Fi 5GHz. Sistem operasi yang digunakan adalah HyperOS versi 2.0.204.0 berbasis Android 15, yang membawa antarmuka lebih intuitif serta peningkatan performa dan efisiensi daya berkat integrasi fitur AI terbaru.

Untuk mengukur kemampuan POCO M7 secara objektif, pengujian dilakukan menggunakan aplikasi benchmark populer AnTuTu. Hasilnya, pada versi AnTuTu v10, perangkat ini mencatat skor sebesar 368.294 poin. Namun, saat diuji dengan AnTuTu v11, skor melonjak menjadi 500.461 poin, menunjukkan peningkatan performa sekitar 39% dibandingkan versi sebelumnya.

Lonjakan ini mencerminkan optimalisasi sistem yang dilakukan POCO, termasuk dukungan dari HyperOS versi 2.0.204.0 berbasis Android 15, serta efisiensi dari chipset Snapdragon 685 yang digunakan. Hasil ini menegaskan bahwa meskipun berada di kelas entry level, POCO M7 tetap mampu memberikan performa yang solid untuk kebutuhan harian hingga gaming ringan.

Untuk menguji kecepatan penyimpanan internal POCO M7 yang menggunakan teknologi UFS 2.2, dilakukan pengujian melalui AnTuTu v11. Hasilnya cukup impresif: kecepatan baca sekuensial mencapai 1.073,4 MB/s, sementara kecepatan tulis sekuensial berada di angka 645,6 MB/s. Secara keseluruhan, skor penyimpanan yang diperoleh adalah 54.076 poin.

Dalam pengujian dunia nyata, proses menyalin file video berukuran 175MB hanya memakan waktu sekitar 49 detik, dengan kecepatan rata-rata transfer mencapai 10,5 MB/s. Meski bukan yang tercepat di kelasnya, performa ini sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan harian seperti bermain game, streaming film, hingga berselancar di media sosial tanpa hambatan berarti.

POCO M7 mencatat skor 472 poin untuk single-core dan 1.585 poin untuk multi-core dalam pengujian Geekbench 6. Angka ini menunjukkan performa yang solid untuk smartphone di kelas harga di bawah Rp 2,5 juta, cukup untuk multitasking ringan hingga bermain game populer.

Efisiensi daya juga menjadi keunggulan utama. Saat digunakan bermain Mobile Legends selama 12 menit dengan pengaturan grafis High dan frame rate Super, konsumsi baterai hanya turun 2%. Hasil serupa terlihat saat memainkan PUBG Mobile dengan pengaturan frame rate High, membuktikan bahwa Snapdragon 685 mampu mengelola daya secara efisien, bahkan saat menjalankan aplikasi berat.

Kamera: Cukup untuk Kebutuhan Sosial Media

POCO M7 dibekali kamera utama 50MP yang mampu menghasilkan foto tajam di kondisi cahaya cukup. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti memotret makanan, pemandangan, atau selfie, hasilnya tergolong memuaskan di kelas entry level. Kamera depan 8MP juga cukup baik untuk video call dan swafoto, meski performanya menurun di kondisi minim cahaya.

Fitur-fitur seperti mode malam, HDR, dan AI scene detection turut membantu meningkatkan kualitas hasil jepretan, menjadikan POCO M7 cocok untuk pengguna yang aktif di media sosial.

Dengan harga sekitar Rp 2,2 jutaan, POCO M7 menawarkan kombinasi menarik antara baterai jumbo 7000 mAh, performa stabil berkat Snapdragon 685, dan desain futuristik yang mencolok. Meski bukan yang tercepat di kelasnya, efisiensi daya dan kelengkapan fitur membuatnya sangat layak dipertimbangkan bagi pengguna yang mencari smartphone tangguh untuk aktivitas harian, hiburan, dan gaming ringan.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • POCO M7 Review: Smartphone Murah dengan Performa Maksimal
  • POCO M7 Review: Smartphone Murah dengan Performa Maksimal
  • POCO M7 Review: Smartphone Murah dengan Performa Maksimal
  • POCO M7 Review: Smartphone Murah dengan Performa Maksimal
  • POCO M7 Review: Smartphone Murah dengan Performa Maksimal
  • POCO M7 Review: Smartphone Murah dengan Performa Maksimal
Posting Komentar
ADBLOCK TERDETEKSI! Dukung Reatrix Media dengan mematikan AdBlock agar kami tetap bisa menyajikan berita gaming terbaru.