Iklan - SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISING

Archive.today Masuk Daftar Hitam Wikipedia Setelah Insiden DDoS

Archive.today Masuk Daftar Hitam Wikipedia Setelah Insiden DDoS

Komunitas editor Wikipedia memutuskan untuk menghapus seluruh tautan yang mengarah ke Archive.today, layanan pengarsipan web yang selama ini cukup sering digunakan dalam referensi di ensiklopedia daring tersebut. Berdasarkan data internal, tautan menuju layanan itu telah muncul lebih dari ratusan ribu kali di berbagai halaman Wikipedia.

Archive.today sendiri dikenal sebagai platform penyimpanan salinan halaman web. Layanan ini beroperasi melalui beberapa domain berbeda, seperti archive.is dan archive.ph, dan kerap dimanfaatkan untuk mengakses artikel yang terkunci paywall atau sudah tidak tersedia di situs aslinya. Karena kemampuannya tersebut, Archive.today kerap dijadikan sumber rujukan dalam penyusunan kutipan di Wikipedia.

Namun, melalui halaman diskusi internal komunitas, para editor menyepakati langkah tegas terhadap layanan tersebut. Mereka memutuskan untuk menghentikan penggunaan Archive.today sebagai referensi, memasukkannya ke dalam daftar hitam spam, serta menghapus seluruh tautan yang telah terpasang di berbagai artikel.

Keputusan ini pertama kali dilaporkan oleh Ars Technica, yang mengungkap bahwa kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap namun menyeluruh di seluruh platform Wikipedia.

Menariknya, ini bukan kali pertama Archive.today bermasalah dengan Wikipedia. Dalam catatan diskusi internal, layanan tersebut disebut pernah masuk daftar hitam pada 2013 sebelum akhirnya dipulihkan kembali pada 2016. Artinya, keputusan terbaru ini seperti mengulang siklus lama yang sempat mereda.

Salah satu alasan yang dikemukakan komunitas editor adalah tuduhan bahwa platform tersebut diduga memanfaatkan perangkat pengguna untuk menjalankan serangan siber jenis Distributed Denial-of-Service (DDoS). Dalam pernyataan yang beredar di halaman diskusi, disebutkan bahwa Wikipedia tidak seharusnya mengarahkan pembacanya ke situs yang berpotensi menyalahgunakan sistem pengunjungnya.

Tak hanya itu, terdapat pula klaim bahwa operator Archive.today pernah mengubah konten halaman yang telah diarsipkan. Jika benar, hal tersebut tentu merusak kredibilitas arsip digital sebagai sumber rujukan, terutama bagi Wikipedia yang sangat bergantung pada akurasi referensi.

Serangan DDoS yang dimaksud disebut-sebut menargetkan seorang blogger bernama Jani Patokallio. Ia mengungkap bahwa sejak 11 Januari, pengguna yang mengakses halaman CAPTCHA milik Archive.today tanpa sadar menjalankan skrip JavaScript tertentu.

Skrip tersebut diduga mengirimkan permintaan pencarian berulang ke blog miliknya, Gyrovague. Tujuannya diduga untuk menarik perhatian sang blogger sekaligus meningkatkan beban server hosting yang harus ia tanggung.

Sebelumnya, pada 2023, Patokallio pernah menulis analisis mendalam mengenai Archive.today. Dalam tulisannya, ia menggambarkan kepemilikan layanan tersebut sebagai sesuatu yang “penuh misteri” dan sulit dilacak secara transparan.

Meski tidak berhasil mengidentifikasi pemilik secara pasti, ia memperkirakan bahwa platform itu kemungkinan besar dikelola oleh satu individu dengan kemampuan teknis tinggi, yang diduga memiliki koneksi operasional di kawasan Eropa.

Dalam perkembangan terbaru, Jani Patokallio mengungkap bahwa pihak pengelola Archive.today sempat memintanya untuk menurunkan tulisan analisis yang ia publikasikan selama dua hingga tiga bulan. 

Permintaan tersebut, menurut email yang ia bagikan, didasari kekhawatiran bahwa sejumlah media arus utama seperti Heise Online dan The Verge hanya mengambil sebagian kecil dari isi tulisannya, lalu membangun narasi berbeda dengan menjadikan blog tersebut sebagai satu-satunya sumber rujukan. 

Media-media itu kemudian saling mengutip, memperluas pemberitaan, dan menghasilkan cerita yang dinilai tidak sepenuhnya akurat.

Patokallio menolak permintaan tersebut. Ia menyebut bahwa setelah penolakannya, komunikasi dari pihak webmaster berubah menjadi serangkaian pesan bernada ancaman yang semakin tidak terkendali.

Di sisi lain, editor Wikipedia juga menyoroti adanya tangkapan halaman di Archive.today yang tampak telah dimodifikasi dengan menyisipkan nama Patokallio ke dalam konten arsip. Jika arsip digital dapat diubah setelah disimpan, maka fungsi utamanya sebagai rekaman statis menjadi dipertanyakan. Inilah yang memicu kekhawatiran bahwa layanan tersebut tidak lagi dapat dianggap sebagai sumber yang sepenuhnya andal.

Sebagai tindak lanjut, Wikipedia kini mengarahkan para editornya untuk menghapus seluruh tautan ke Archive.today dan domain terkait, serta menggantinya dengan sumber asli atau layanan arsip alternatif seperti Internet Archive melalui Wayback Machine.

Sementara itu, melalui blog yang terhubung dengan situsnya, pihak yang disebut sebagai pemilik Archive.today menyatakan bahwa kontribusi platform tersebut bagi Wikipedia bukan semata untuk membuka akses konten berbayar, melainkan membantu mengurangi persoalan hak cipta melalui penyediaan salinan arsip. 

Ia juga mengklaim akan mengurangi aktivitas yang dikaitkan dengan dugaan serangan DDoS, seraya menyindir media yang dinilainya baru memberi perhatian setelah kontroversi mencuat.

Also Read
Latest News
  • Archive.today Masuk Daftar Hitam Wikipedia Setelah Insiden DDoS
  • Archive.today Masuk Daftar Hitam Wikipedia Setelah Insiden DDoS
  • Archive.today Masuk Daftar Hitam Wikipedia Setelah Insiden DDoS
  • Archive.today Masuk Daftar Hitam Wikipedia Setelah Insiden DDoS
  • Archive.today Masuk Daftar Hitam Wikipedia Setelah Insiden DDoS
  • Archive.today Masuk Daftar Hitam Wikipedia Setelah Insiden DDoS
Post a Comment