Iklan - SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISING

Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara

Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara

Produsen mainan dewasa asal Jepang, Tenga, menginformasikan kepada para pelanggannya mengenai insiden kebocoran data pada Jumat lalu. Pemberitahuan tersebut diketahui melalui salinan email yang diperoleh media teknologi TechCrunch.

Dalam pesan resminya, perusahaan menjelaskan bahwa salah satu akun email profesional milik karyawan mereka berhasil diakses oleh pihak tidak berwenang. Akses ilegal tersebut memungkinkan pelaku melihat isi kotak masuk email, yang berpotensi mencakup informasi pelanggan.

Data yang mungkin terdampak meliputi nama pelanggan, alamat email, serta riwayat komunikasi sebelumnya. Dalam beberapa kasus, korespondensi tersebut dapat berisi rincian pesanan maupun percakapan terkait layanan pelanggan.

Masih berdasarkan pemberitahuan resmi kepada pelanggan, pelaku peretasan juga diduga mengirimkan email spam kepada daftar kontak milik karyawan yang akunnya dibobol, termasuk sejumlah konsumen.

Setelah laporan tersebut dipublikasikan, juru bicara Tenga memberikan keterangan kepada TechCrunch bahwa hasil investigasi forensik internal menunjukkan sekitar 600 individu di Amerika Serikat terdampak insiden ini. Perusahaan menyatakan telah lebih dulu menghubungi pihak-pihak yang berpotensi terkena dampak guna memberikan panduan serta langkah pengamanan tambahan.

Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara

Di situs resminya, Tenga menyebutkan telah mendistribusikan lebih dari 162 juta produk ke berbagai negara di dunia. Dengan skala distribusi sebesar itu, potensi kebocoran data tentu menjadi perhatian serius.

Informasi yang mungkin terekspos, seperti rincian pesanan dan komunikasi layanan pelanggan, berpotensi memuat data yang bersifat sensitif dan pribadi. Mengingat jenis produk yang dijual, sebagian konsumen kemungkinan tidak ingin detail tersebut diketahui pihak lain.

Sebagai langkah pencegahan, perusahaan menyarankan pelanggan untuk mengganti kata sandi akun mereka serta meningkatkan kewaspadaan terhadap email mencurigakan. Imbauan ini terutama ditujukan pada pesan yang tampak berasal dari karyawan tertentu, yang akunnya diduga menjadi titik awal peretasan. Meski demikian, perusahaan tidak secara eksplisit menyatakan bahwa kata sandi pelanggan turut bocor dalam insiden ini.

Menanggapi insiden tersebut, Tenga menyatakan telah mengambil sejumlah langkah pengamanan tambahan. Salah satunya adalah mengganti kredensial akun karyawan yang terdampak serta mengaktifkan fitur keamanan multi-factor authentication (MFA) di seluruh sistem perusahaan. Fitur ini dirancang untuk mencegah akses tidak sah meskipun kata sandi berhasil dicuri.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut, perwakilan perusahaan tidak memberikan kepastian apakah akun email yang diretas sebelumnya telah dilindungi dengan MFA sebelum insiden terjadi.

Didirikan pada tahun 2005 di Jepang dan berkantor pusat di Tokyo, Tenga dikenal sebagai produsen berbagai produk dewasa yang mayoritas menyasar konsumen pria. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah kebocoran data tersebut juga berdampak pada pelanggan di luar Amerika Serikat, mengingat email pemberitahuan dikirim secara khusus melalui entitas Tenga Store USA.

Kasus yang menimpa Tenga menambah daftar panjang perusahaan di industri produk dan layanan dewasa yang pernah menjadi target serangan siber. Sebelumnya, brand seperti Lovense juga dilaporkan mengalami insiden serupa. Tak hanya produsen perangkat, sejumlah platform konten dewasa seperti Pornhub serta SexPanther juga pernah menghadapi masalah keamanan dalam beberapa tahun terakhir.

Rangkaian kejadian ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan data pengguna, terutama bagi perusahaan yang menangani informasi sensitif terkait preferensi dan aktivitas pribadi pelanggan.

Also Read
Tag:
Latest News
  • Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara
  • Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara
  • Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara
  • Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara
  • Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara
  • Data Pelanggan Diduga Diretas, Brand Produk Dewasa Jepang Buka Suara
Post a Comment