Di tengah sorotan publik terkait sejumlah persoalan hukum, Roblox mengambil langkah strategis dengan membentuk Global Parent Council. Dewan ini beranggotakan 80 orang tua serta pengasuh dari 32 negara yang akan berperan sebagai penasihat dalam pengembangan kebijakan platform.
Pembentukan dewan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan standar keamanan, menyempurnakan regulasi internal, serta menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat bagi anak-anak dan remaja di seluruh dunia.
Inisiatif ini sebenarnya telah diperkenalkan sejak tahun lalu melalui pembukaan pendaftaran bagi calon anggota Parent Council. Antusiasme yang tinggi serta kualitas kandidat yang melampaui ekspektasi mendorong perusahaan menghadirkan program lanjutan bernama Parent Champions, yang bertujuan memperluas partisipasi komunitas orang tua secara global.
Keanggotaan Global Parent Council mencerminkan representasi lintas benua. Dewan ini melibatkan orang tua dan pengasuh dari berbagai wilayah strategis, mulai dari Amerika Utara—termasuk Kanada, Meksiko, serta 14 negara bagian di Amerika Serikat—hingga 18 negara di Eropa. Partisipasi juga datang dari delapan negara di kawasan Asia Pasifik serta tiga negara di Amerika Latin.
Keragaman geografis tersebut turut diperkuat oleh latar belakang profesional para anggotanya. Mereka berasal dari bidang psikologi, pendidikan, pengasuhan anak, kesejahteraan digital, aparat penegak hukum, hingga industri gim. Kombinasi ini diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang komprehensif dalam merumuskan kebijakan platform.
Menurut Elizabeth Milovidov, yang menjabat sebagai Global Head of Parental Advocacy di Roblox, pembentukan dewan ini merupakan langkah nyata perusahaan untuk memastikan suara orang tua benar-benar menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.
Menurutnya, kolaborasi ini membuka ruang bagi Roblox untuk bergerak lebih adaptif dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi keluarga, khususnya dalam mengelola interaksi digital anak-anak di era platform daring yang semakin kompleks.
Dewan penasihat tersebut telah mengadakan pertemuan perdana pada awal bulan ini dan direncanakan akan berkumpul secara rutin setiap kuartal. Selain itu, para anggota juga dijadwalkan mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bulanan untuk membahas isu-isu spesifik yang berkembang di dalam platform.
Salah satu anggota dewan, Jennifer—seorang ibu yang putrinya juga terlibat dalam program Teen Council—menegaskan bahwa keterlibatan orang tua memegang peranan krusial. Menurutnya, pengalaman nyata keluarga harus menjadi fondasi dalam setiap upaya peningkatan keamanan dan kebijakan platform.
Ia juga menilai forum ini menjadi wadah yang aman bagi orang tua untuk menyampaikan temuan di lapangan, sekaligus berkolaborasi langsung dengan tim internal Roblox guna mendorong perubahan yang lebih konkret dan berdampak.
Melihat besarnya antusiasme serta banyaknya pelamar berkualitas, Roblox turut membentuk kelompok pendamping bernama Parent Champions. Program ini dirancang untuk memperluas partisipasi komunitas orang tua di luar struktur utama dewan.
Melalui inisiatif tersebut, lebih banyak orang tua akan memperoleh pembaruan rutin terkait kebijakan, fitur, dan sistem keamanan platform.
Tak hanya itu, mereka juga diberi ruang untuk menyampaikan pandangan berdasarkan pengalaman di wilayah masing-masing, sehingga masukan yang diterima perusahaan menjadi lebih beragam dan representatif.
Secara keseluruhan, pembentukan Global Parent Council dan Parent Champions mencerminkan langkah strategis perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman, transparan, dan bertanggung jawab.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan anak di ruang digital, pendekatan kolaboratif ini menjadi sinyal bahwa keterlibatan keluarga kini semakin diposisikan sebagai elemen penting dalam arah kebijakan jangka panjang platform.

