Perusahaan teknologi global ZTE Corporation resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 yang digelar di Barcelona, Spanyol.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting karena menghadirkan layanan komersial 5G Fixed Wireless Access (FWA) pertama di dunia yang memanfaatkan spektrum 1,4GHz. Teknologi tersebut diperkenalkan sebagai solusi konektivitas baru yang ditujukan langsung bagi masyarakat Indonesia.
Yang membuat layanan ini semakin menarik adalah harganya yang tergolong sangat terjangkau. Dengan nama layanan IRA (Internet Rakyat), koneksi 5G FWA berbasis spektrum 1,4GHz ini menyediakan layanan fixed broadband dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Untuk menikmati layanan tersebut, pengguna hanya perlu membayar sekitar Rp100.000 per bulan atau setara kurang lebih US$6.
Selain menawarkan kecepatan tinggi dengan biaya rendah, paket berlangganan tersebut juga dilengkapi sejumlah keuntungan tambahan. Pengguna akan mendapatkan akses internet unlimited tanpa batas kuota serta gratis penyewaan modem, sehingga pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk perangkat. Skema ini menjadikan layanan IRA sebagai salah satu inovasi yang dirancang untuk menjangkau segmen mass market secara lebih luas.
Peluncuran layanan ini juga merupakan kelanjutan dari hasil lelang frekuensi Broadband Wireless Access (BWA) 2025 yang sebelumnya diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Dalam proses lelang tersebut, PT Telemedia Komunikasi Pratama, yang merupakan anak usaha dari SURGE, berhasil memenangkan lisensi untuk wilayah operasional Region-1.
Wilayah cakupan Region-1 sendiri mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Area tersebut dinilai sangat strategis karena merepresentasikan lebih dari 60% total populasi Indonesia, sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem digital serta penetrasi layanan internet berkecepatan tinggi.
Menanggapi kolaborasi ini, Presiden Direktur ZTE Indonesia, Richard Liang, menyampaikan bahwa kemitraan tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas akses broadband. Ia menyebutkan bahwa penerapan teknologi 5G FWA 1,4GHz ini menunjukkan bagaimana jaringan nirkabel generasi terbaru dapat menjadi solusi yang efisien sekaligus hemat biaya untuk memperluas jangkauan fixed broadband di Indonesia secara lebih luas.
“Kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan SURGE untuk menghadirkan implementasi 5G FWA 1,4GHz pertama di dunia. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa teknologi nirkabel generasi terbaru mampu menjadi solusi praktis dalam memperluas akses broadband secara masif, khususnya bagi masyarakat di Indonesia,” ujar Richard Liang.
Bagi pembaca yang penasaran mengapa spektrum 1,4GHz dipilih sebagai fondasi layanan ini, pita frekuensi tersebut memang memiliki peran penting dalam pengembangan jaringan fixed broadband. Spektrum yang berada di kategori mid-band ini dikenal mampu memberikan keseimbangan ideal antara jangkauan sinyal dan kapasitas jaringan.
Dibandingkan dengan frekuensi yang lebih tinggi, 1,4GHz mampu menjangkau area layanan yang lebih luas sekaligus memberikan penetrasi sinyal yang lebih baik ke dalam ruangan, sehingga koneksi tetap stabil bagi pengguna di dalam bangunan.
Dalam implementasinya, ZTE berperan sebagai mitra teknologi utama yang menyediakan solusi Fixed Wireless Access (FWA) terintegrasi secara menyeluruh. Solusi tersebut mencakup berbagai komponen penting, mulai dari infrastruktur Radio Access Network (RAN), perangkat Customer Premises Equipment (CPE) untuk pelanggan, hingga dukungan layanan teknis selama proses implementasi jaringan.
Kinerja jaringan ini semakin optimal karena dipadukan dengan infrastruktur backbone fiber optik milik SURGE yang telah terbangun di berbagai wilayah, khususnya di sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa. Integrasi antara jaringan nirkabel dan backbone fiber tersebut memungkinkan proses distribusi internet menjadi lebih efisien, sekaligus membantu menekan biaya investasi per pelanggan serta mempercepat ekspansi layanan ke lebih banyak wilayah.
Dari pihak SURGE, Shannedy Ong, yang menjabat sebagai Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk sekaligus Presiden Direktur PT Telemedia Komunikasi Pratama, turut memberikan pandangannya mengenai pengembangan layanan ini. Ia menjelaskan bahwa IRA – Internet Rakyat dirancang untuk menjadi layanan internet yang inklusif dan dapat diakses oleh masyarakat luas.
Menurutnya, pengalaman SURGE dalam mengembangkan berbagai solusi digital berbasis komunitas menjadi salah satu fondasi dalam merancang layanan tersebut. Dengan dukungan teknologi serta keahlian yang dimiliki ZTE, pihaknya optimistis bahwa akses internet berkecepatan tinggi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Peluncuran IRA – Internet Rakyat juga menjadi bukti komitmen jangka panjang dari kedua perusahaan dalam mengurangi kesenjangan akses digital di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, ZTE dan SURGE berencana terus memperkuat kerja sama mereka melalui inovasi teknologi, peningkatan kualitas jaringan, serta perluasan cakupan layanan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun fondasi infrastruktur fixed broadband yang lebih kuat, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan demikian, proses transformasi digital yang inklusif dapat semakin dipercepat dan dirasakan manfaatnya oleh berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia.

